Subscribe:

Labels

Friday, April 1, 2011

Ini dia Mobil Tercepat Di Dunia


Kendaraan darat yang dipercaya akan menjadi kendaraan darat tercepat di dunia, Bloodhound SuperSonic Car (SSC) akhirnya diperlihatkan. Kendaraan ini dipercaya mampu melesat cepat hingga 1.609,34 km perjam. Wow!

Bloodhound SSC diperlihatkan di ajang Farnborough International Air Show dan memiliki panjang 42 kaki setelah sebelumnya hanya dipublikasi dalam bentuk gambar saja.

Kekuatan Bloodhound SSC yang menakutkan memang diyakini bisa dicapai karena kendaraan ini memiliki desain yang aerodinamis dan didorong oleh roket dari Falcon yang kemudian dikombinasi dengan mesin jet tempur Eurofighter-Typhoon yang mampu menyemburkan tenaga gila setara dengan 135.000 hp.

Rencananya 'mobil' ini akan mulai dibangun oleh Hampson Industries yang merupakan sebuah perusahaan perakitan pesawat pada 2011 mendatang dan akan menjalani test di Inggris pada tahun 2012.

Setelah itu, Bloodhound SSC akan memecahkan rekor kendaraan darat tercepat di Hakskeen Pan, yang berada di Northern Cape, Afrika Selatan.

Saat ini rekor kecepatan dipegang oleh ThrustSSC, yang memiliki tenaga hingga 763 mil per jam atau sekitar 1.228 km/jam untuk satu mil (1.6 km) yang memecahkan rekor pada tahun 1997 di Black Rock Desert, USA.
GAMBARNYA

Gambar Spektakuler: Matahari dalam 3 Dimensi


Dari Bumi, Matahari terlihat bagai bola kuning yang menyilaukan. Meski menampilkan wajah beda, foto-foto sang surya yang diambil satelit luar angkasa masih dua dimensi.

Dan, pada Minggu 6 Februari 2011 terbukti: Matahari berbentuk bola. Satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil mengambil gambar Matahari secara tiga dimensi.

"Ini adalah untuk pertama kalinya kita bisa melihat aktivitas manusia secara utuh dalam tiga dimensi," kata Angelos Vourlidas, ilmuwan STEREO di Laboratorium Angkatan Laut, Washington, DC, seperti dimuat situs NASA.

Ini, tambah dia, adalah peristiwa besar dalam bidang fisika Matahari. "STEREO menguak wajah asli Matahari-- bola plasma panas dengan medan magnet mirip tenunan rumit," tambah dia.

NASA mengirimkan dua satelit Solar Terrestrial Relations Observatory (STEREO) ke dua posisi Matahari secara berlawanan. Masing-masing mengambil foto Matahari 180 derajat. Dua gambar itu lalu digabungkan menjadi satu, membentuk bola merah membara.



Untuk merilisnya ke publik, NASA memilih waktu yang bertepatan dengan momentum laga Superbowl saat Greenbay Packers melawan Steelers.

Dengan melihat gambaran utuh Matahari diharapkan akan berperan dalam pemantauan cuaca Bumi. Juga diyakini akan membantu terwujudknya impian manusia mengirimkan armada penjelajah langit ke seluruh tata surya. Untuk melihat video utuh Matahari lihat di sini

STEREO diluncurkan pada 2006, tugasnya adalah untuk melacak aliran energi dan materi Matahari ke Bumi. Satelit ini juga menyediakan gambar sistem Matahari-Bumi yang unik dan revolusioner. Misi mengambil gambar utuh Matahari secara tiga dimensi telah dilakukan sejak 2007.

Pada 2009, si kembar STEREO berhasil mengambil gambar struktur letusan di korona Matahari (coronal mass ejections) yang diyakini bisa berakibat negatif ke Bumi. Diperkirakan terjadi 2013 mendatang, peristiwa badai Matahari diperkirakan akan mengganggu komunikasi, navigasi, satelit, dan pembangkit listri di Bumi.



STEREO dibangun dan didesain oleh para ilmuwan dari sejumlah negara, AS, Inggris, Prancis, Jerman, Belgia, Belanda, dan Swiss.

Kepada Telegraph, ilmuwan Inggris Dr Chris Davis yang terlibat dalam proyek STEREO mengatakan hasil kerja dua satelit itu sangat memuaskan. "Saya sangat gembira langkah maju ini, saya membayangkan di masa depan, observasi Matahari akan makin unik."

Sementara, pada The Guardian, ilmuwan Laboratorium Rutherford Appleton, Oxfordshire, Richard Harrison mengatakan hasil gambar STEREO akan mengubah persepsi orang terhadap Matahari.

"Matahari bukan lingkaran kuning seperti banyak orang kira," kata dia. "Ini sangat kompleks, dengan gambaran tiga dimensi, esensi untuk cara kerjanya," kata dia.

NASA Rencanakan Valentine dengan Komet


Seperti dua orang asing di malam hari, pesawat luar angkasa NASA dan komet akan saling berdekatan pada Hari Valentine. Para pengamat langit pun penasaran.

Pesawat Stardust-NExT dengan cepat akan memotret komet Tempel 1 saat saling berpapasan pada jarak 200 km. Ahli luar angkasa penasaran melihat bagaimana perjalanan sekitar Matahari itu telah mempengaruhi permukaan Tempel 1.

Tempel 1 memiliki lebar 6 km dan berjalan pada orbit yang membawanya mendekati Matahari dan menjauhi Mars dan Yupiter. Tempel 1 terakhir terlihat 2005 saat misi Deep Impact NASA ketika komet itu mengarah ke arah Matahari pada orbit lima tahunnya antara Mars dan Yupiter.

Deep Impact memukul komet itu dengan pemukul khusus dan materi yang keluar sangat mengejutkan para ilmuwan. Materi itu berupa awan bubuk halus, bukan air, es dan debu. Deep Impact juga menemukan bukti es di permukaan komet, bukan hanya dalamnya.

Kini, para ahli ingin melihat bagaimana komet berubah setelah melakukan perjalanan mengelilingi Matahari. "Pada 14 Februari, Stardust-NExT atau New Exploration Tempel akan bertemu komet Temepl 1," kata NASA.

Pemutar Musik Tenaga Detak Jantung


Suatu hari, pemilik gadget pemutar musik tak perlu khawatir lagi bakal kehabisan baterai gadgetnya di tengah jalan. Selama ia masih bernafas, selama jantung masih berdetak, MP3 playernya dijamin akan terus menyala.

Sebab, baru-baru ini sekelompok ilmuwan telah menemukan sebuah chip kecil yang bisa membangkitkan tenaga listrik dari gerakan alamiah manusia.

Diharapkan, temuan ini bakal menghasilkan sebuah perangkat yang bisa menjadikan detak jantung manusia untuk menyuplai berbagai gadget sebagai sumber tenaganya.

Penemuan ini dibuat oleh beberapa ilmuwan dari Georgia Institute of Technology. Mereka memanfaatkan kabel nano Zinc Oksida, untuk membangkitkan listrik. Secara teoritis, setiap gerakan tubuh sekecil apapun, bahkan cubitan sebuah jari, bisa digunakan membangkitkan listrik.

Sejauh ini, penelitian yang dipimpin oleh Dr Zhong Lin Wang itu telah berhasil menggunakan teknologi yang mampu mengirimkan sinyal radio dan menghidupkan display LCD serta dioda-dioda dalam rangkaian. Namun Wang cs yakin, penelitian ini akan bisa dikembangkan lebih jauh lagi.

Temuan Wang cs ini ribuan kali lebih baik daripada riset yang dilakukan pada teknologi gerak, sebelumnya. Ia menggunakan kabel nano (nanowires) yang ukurannya 500 kali lebih tipis daripada rambut manusia.

Dalam sebuah eksperimennya, lima buah kabel nano itu mampu menghasilkan tenaga yang setara dengan dua buah baterai AA berkapasitas 3 volt dan 1 mikro ampere.

Dengan menyusunnya dalam satu stack, kabel nano itu bisa menyuplai listrik kepada perangkat elektronik yang lebih besar lagi, seperti gadget semacam iPod atau ponsel.

Diharapkan penemuan ini juga mampu diterapkan di berbagai aplikasi lain pada perangkat yang membutuhkan tenaga listrik yang lebih lama.

"Perkembangan ini merupakan sebuah tonggak capaian dalam mewujudkan perangkat elektronik portabel yang dapat ditenagai oleh pergerakan tubuh tanpa menggunakan baterai atau asupan listrik," ujar Wang seperti dikutip dari situs DailyMail.

Misi Pendaratan di Planet Mars


Mendarat di Mars merupakan misi yang sangat berat dan sulit. Hanya sedikit sekali kesalahan yang boleh dilakukan. Sejauh ini, lebih dari dua pertiga dari 36 misi yang diluncurkan ke planet itu mengalami kegagalan.

Penyebab umum kegagalan misi pendaratan ke planet Mars antara lain adalah akibat komponen yang rusak, gangguan pada roket atau kesalahan lain yang menyebabkan pesawat menghantam permukaan planet itu atau lenyap sama-sekali.

Sebagai contoh, pada tahun 1970, NASA mengirimkan pesawat Mars 3 ke planet itu. Pada 2 Desember 1971, Mars 3 mendarat dengan mulus. Namun, baru 20 detik memulai pengambilan foto, tiba-tiba sinyal dari Mars 3 lenyap.

Pada 20 Juli 1976, NASA mengirimkan Viking 1 ke Mars. Misi ini menjadi misi pendaratan ke Mars pertama yang berhasil dilakukan. Misi ini diikuti oleh Viking 2 pada 3 September di tahun yang sama.

Tepat di hari ulang tahun kemerdekaan Amerika Serikat yakni 4 Juli 1997, NASA kembali mengirimkan kendaraan penjelajah ke Mars. Kendaraan ini berhasil tiba di planet itu dan melakukan tugasnya.

Sayangnya, dua tahun kemudian, misi Mars Polar Lander, yang bertujuan untuk mengamati kawasan kutub planet itu gagal melakukan pendaratan. Pesawat itu jatuh di sekitar kutub selatan Mars.

Hal serupa kembali terjadi. Ilmuwan melakukan kesalahan prediksi seputar kepadatan atmosfir planet Mars. Akibatnya, parasut milik pesawat Beagle 2 yang diluncurkan NASA tahun 2003 gagal terbuka. Pesawat pun terbentur dengan kerasnya di permukaan Mars